Langsung ke konten utama

coretan tembok

Bismillah... Hari ini lagi pengen cerita atau curhat aja...
Kehidupan dunia itu tidak lain hanya seperti kita hidup di pagi hari saja atau sore hari saja. sebentar banget ya...
Di waktu yang sebentar ini, kebanyakan dari kita malah disibukkan oleh dunia (termasuk saya). Ini dirasakan saat dihadapkan pada dunia perkuliahan yang sibuk. Tugas dimana-mana, praktikum, dsb. Hari senin udah ketemu senin lagi. Udah UTS lagi dan tugas harus dikumpulin lagi.

Biarinlah alurnya ga jelas, pokoknya hari ini kesabaran saya benar-benar diuji. Aku yang salah sih sebenernya kenapa ga ngerjain tugas dari dulu-dulu bahkan sebelum tugasnya dikasihin. Alhasil malam yang berubah fungsi menjadi jam kerja. Ngantuk abis ngaji bapak, capek, dan kesel kadang buat malamnya ga efektif. Sedikit-sedikit tugas selesai sih. Mood sepanjang hari ini menjadi buruk, bibir kering, kerut, kecut. Bawaannya sama orang jutek aja.. Padahal ga boleh gitu ya... Waktu ngaji bapak juga disebutin kalo laki-laki yang paling baik adalah yang paling susah untuk marah dan paling cepat redanya.. walaupun itu konteksnya beda, tapi bisa diterapkan untuk semua kalangan deh kayaknya.

Ya Allah tolong....

Di sisi lain, alhamdulillah kemarin tanggal 28 Oktober 2014, saya dan 2 orang teman saya dari DKM ikut serta dalam penyisihan lomba Fahmil Qur'an tingkat Universitas. Saya sih sadar diri kalo masih orang bodoh(da aku mah apa atuh?). Niatnya ga sampe lolos final dan mewakili Unpad sih, sekedar cari pengalaman dan belajar hal baru. Nah saat pelaksanaanya, bener-bener keliatan bodohnya saya. Ilmu agamanya cuma kayak sehelai bulu diantara milyaran bulu yang ada di badan orang utan (kecuali orang utannya botak). Yaudah ga lolos deh.. Gpplah lumayan nambah pengalaman. Insya Allah kedepannya belajar hukum islam lainnya.Trus aku juga ikutan lomba tartil qur'an, katanya sih kalo lolos bakal dikasih tau. Tapi apaan nih gaada pemberitahuan apa-apa. It's mean gue gagal dong? Yaudah gpp... Lebih kecewa kalo gajadi ikutan. Kecewa itu wajar, terus-terusan yang bisa jadi abnormal.





Komentar

Unknown mengatakan…
mau banget dikomen ? haha.. semoga barokah ya mbak..

Postingan populer dari blog ini

Socio-preneur

SOCIO-PRENEUR Saat ini, di Indonesia banyak kita temukan fenomena-fenomena sosial yang terjadi. Salah satunya adalah tingginya persentase lulusan sarjana yang menanggur atau bekerja dibawah standar kemampuannya. Bayangkan jika para lulusan sarjana saja banyak yang menganggur atau hanya sekedar ada pekerjaan, bagaimana nasib masyarakat yang tingkat pendidikannya lebih rendah dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Terlebih lagi, perekonomian negara kita dan industri negara kita ditantang dengan adanya   persaingan pasar global. Fenomena-fenomena tersebut sebenarnya hanya merupakan sedikit gambaran fenomena yang terjadi di Indonesia. Berbagai hal ini membutuhkan solusi. Salah satu jawaban dari berbagai fenomena tersebut adalah dengan adanya socio-preneur. Socio-preneur merupakan seorang wirausahawan sosial dimana mereka melakukan usaha yang berorientasi pada kinerja keuangan dan kinerja sosial. Pada orientasi kinerja keuangan, seorang socio-preneur berusaha untuk mendapatkan p...

My career is not my Job

Bismillah, ah.. rasanya sulit untuk posting seminggu sekali. Seabreg tugas kuliah udah bikin frustrasi to the max. dampaknya kebadan cuma dua, jadi jarang makan atau malah banyak makan. itu bisa dirasakan sendiri. Kemarin sekitar 2 minggu yang lalu, alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti seminar nasional mengenai AEC, tapi disini bukan AEC yang ingin saya bahas tapi saya terngiang-ngiang oleh perkataan salah seorang pembicara dalam semnas itu. Beliau adalah jubir dari salah satu perusahaan minyak bumi yang ternama. Kita membahas mengenai career. Apa yang sebenarnya kita sebut karir? Sebuah jenjang kenaikan jabatan dalam pekerjaankah? Lalu apakah mereka yang bekerja tanpa jenjang pangkat tidak disebut berkarir?  Career is not a job. pekerjaan hanyalah fasilitas untuk menunjang karir kita. Career its your meaningful life . Bagaimana kita menjadikan hidup kita berarti. Bagaimana kita menilai keberartian hidup kita.  Mungkin ada orang yang bekerja sebagai tukang...

kisah inspiratif nih!

Jangan Pernah Menyerah! Tweet 20 Oktober 1968,  Olympic Stadium, Mexico City.. Lomba Marathon dalam rangka  Summer Olympics tahun 1968..Sore hari menjelang gelap… Telah lama berlalu sorak sorai penonton menyambut sang juara. Telah hilang gegap gempita gemuruh stadion. Tak ada lagi kilatan lampu bliz dari para wartawan. Telah usai juga prosesi pengalungan medali juara. Para penonton pun akan beranjak meninggalkan stadion. Namun, sesaat kemudian, bunyi sirene mobil polisi lambat laun semakin keras terdengar. Semakin dekat dan mulai memasuki stadion. Di depan mobil polisi tersebut, tampak seorang atlet berlari dengan susah payah. Kakinya terlihat pincang dan berdarah. Namun ia tetap berlari… Sebelumnya, pada awal perlombaan lari marathon tersebut, terjadi tabrakan fatal dengan pelari lari. Ia diminta berhenti karena lukanya yang cukup parah dan berceceran darah. Namun ia tidak mau, ia tetap berlari menuju ...