Langsung ke konten utama

Jangan Lupa Bahagia

Minggu sore ini saya gunakan sedikit waktu luang saya untuk menulis, berbagi, atau mungkin lebih tepatnya menumpahkan curahan hati ke benda mati yang hidup "dunia maya".
Sehari-hari hanya ditemani aktivitas yang membuat wajah merengut, otak memanas, badan membungkuk, dan hati mengering. Tugas ini, tugas itu, amanah ini, amanah itu, membuat waktu kian terasa kilatnya. Rasanya begitu tidak adanya jarak antar minggu. 
Isu-isu masyarakat juga memekikkan telinga. Bukan orang yang peka memang, tapi setidaknya ada sedikit hal yang saya tahu tentang keadaan di sekitar. Mulai dari masalah negara, daerah, hingga lingkup pendidikan. Setiap orang sibuk dengan kesibukkannya. Sibuk menyibukkan urusannya. Sibuk menjadikan dirinya sibuk. 
Apakah kesibukkan itu pasti ada dalam setiap individu? Saya pikir ia. 
Setiap orang pasti sibuk. Setidaknya orang yang menganggur pun sibuk dengan pikiran-pikirannya. Ada yang mengeluh dengan kesibukkan yang diciptakannya sendiri. Ada pula yang berlapang dada menghadapinya.

Setidaknya kita jangan lupa bahagia. Atas segala pilihan yang kita pilih. Dari penuh peluh yang menetes. Dari letih yang dirasa.
Jangan Lupa Bahagia. Karena tidak lain kebahagiaan itu dari Allah dan diri kita sendiri.  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah inspiratif nih!

Jangan Pernah Menyerah! Tweet 20 Oktober 1968,  Olympic Stadium, Mexico City.. Lomba Marathon dalam rangka  Summer Olympics tahun 1968..Sore hari menjelang gelap… Telah lama berlalu sorak sorai penonton menyambut sang juara. Telah hilang gegap gempita gemuruh stadion. Tak ada lagi kilatan lampu bliz dari para wartawan. Telah usai juga prosesi pengalungan medali juara. Para penonton pun akan beranjak meninggalkan stadion. Namun, sesaat kemudian, bunyi sirene mobil polisi lambat laun semakin keras terdengar. Semakin dekat dan mulai memasuki stadion. Di depan mobil polisi tersebut, tampak seorang atlet berlari dengan susah payah. Kakinya terlihat pincang dan berdarah. Namun ia tetap berlari… Sebelumnya, pada awal perlombaan lari marathon tersebut, terjadi tabrakan fatal dengan pelari lari. Ia diminta berhenti karena lukanya yang cukup parah dan berceceran darah. Namun ia tidak mau, ia tetap berlari menuju ...

coretan tembok

Bismillah... Hari ini lagi pengen cerita atau curhat aja... Kehidupan dunia itu tidak lain hanya seperti kita hidup di pagi hari saja atau sore hari saja. sebentar banget ya... Di waktu yang sebentar ini, kebanyakan dari kita malah disibukkan oleh dunia (termasuk saya). Ini dirasakan saat dihadapkan pada dunia perkuliahan yang sibuk. Tugas dimana-mana, praktikum, dsb. Hari senin udah ketemu senin lagi. Udah UTS lagi dan tugas harus dikumpulin lagi. Biarinlah alurnya ga jelas, pokoknya hari ini kesabaran saya benar-benar diuji. Aku yang salah sih sebenernya kenapa ga ngerjain tugas dari dulu-dulu bahkan sebelum tugasnya dikasihin. Alhasil malam yang berubah fungsi menjadi jam kerja. Ngantuk abis ngaji bapak, capek, dan kesel kadang buat malamnya ga efektif. Sedikit-sedikit tugas selesai sih. Mood sepanjang hari ini menjadi buruk, bibir kering, kerut, kecut. Bawaannya sama orang jutek aja.. Padahal ga boleh gitu ya... Waktu ngaji bapak juga disebutin kalo laki-laki yang pal...

My career is not my Job

Bismillah, ah.. rasanya sulit untuk posting seminggu sekali. Seabreg tugas kuliah udah bikin frustrasi to the max. dampaknya kebadan cuma dua, jadi jarang makan atau malah banyak makan. itu bisa dirasakan sendiri. Kemarin sekitar 2 minggu yang lalu, alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti seminar nasional mengenai AEC, tapi disini bukan AEC yang ingin saya bahas tapi saya terngiang-ngiang oleh perkataan salah seorang pembicara dalam semnas itu. Beliau adalah jubir dari salah satu perusahaan minyak bumi yang ternama. Kita membahas mengenai career. Apa yang sebenarnya kita sebut karir? Sebuah jenjang kenaikan jabatan dalam pekerjaankah? Lalu apakah mereka yang bekerja tanpa jenjang pangkat tidak disebut berkarir?  Career is not a job. pekerjaan hanyalah fasilitas untuk menunjang karir kita. Career its your meaningful life . Bagaimana kita menjadikan hidup kita berarti. Bagaimana kita menilai keberartian hidup kita.  Mungkin ada orang yang bekerja sebagai tukang...