Langsung ke konten utama

kisah di stasiun

Bermula pada saat gue berangkat ke stasiun dengan tujuan mau ke suatu tempat. Sambil menunggu kereta yang belum tiba, banyak abang-abang yg jualan. Mulai dari permen, tissue, minum, kunciran, segala macem dijual. Tapi ga jualan kacang, sama kwaci kayak pedagang asongan(cangcimen=kacang,kwaci,permen).

Liat kiri-kanan keretanya udah dateng apa belum ya.

Sebenernya pengen cerita ini.
Waktu itu, dari seberang peron stasiun keliatan ada anak kecil, laki-laki sambil telanjang(maaf ya, tapi ini bukan porno loh). Anak ini lari-lari sambil ngejar ibunya. Ibunya teriak kenceng sambil marah-marah sama anak, kira-kira dia ngomong gini " ambil sendalnya ******(sensor karna ga layak)" kata-kata yang ga seharusnya diucapkan ibu pada anaknya. Apalagi didepan umum. Anak laki-laki itu bingung mau balik lagi ngambil sendal apa ngejar ibunya. Akhirnya dia lari-lari ngejar ibunya. Tapi lagi-lagi ibunya marah malah teriak kata-kata kotor lagi.

Kesian banget sama itu anak. Ibunya marah-marah sambil ngelempar baju anaknya. Trus jalan ke tukang jualan eh beli rokok. Anak itu make baju sendiri sambil nangis.

SEDIH BANGET JADI DIA. 

Trus ibu gue ngomong. Intinya gini
"bersyukur tuh punya ibu ga kayak gitu"

emang bener sih. Alhamdulillah banget ga punya ibu kayak gitu. kalo punya ibu kayak gitu rasanya udah ga tahan pasti. Kayak di sinetron-sinetron tentang ibu tiri. Wah udah jadi brutal gue mah. Stress bgt, mungkin bisa gila.

Gimana anak-anak ga pada ngomong kasar, atau sikapnya kasar? maen pukul, dsb. Orang tuanya aja mengajarkan ga bener. Ga mengajarkan mengenal rasa malu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

coretan tembok

Bismillah... Hari ini lagi pengen cerita atau curhat aja... Kehidupan dunia itu tidak lain hanya seperti kita hidup di pagi hari saja atau sore hari saja. sebentar banget ya... Di waktu yang sebentar ini, kebanyakan dari kita malah disibukkan oleh dunia (termasuk saya). Ini dirasakan saat dihadapkan pada dunia perkuliahan yang sibuk. Tugas dimana-mana, praktikum, dsb. Hari senin udah ketemu senin lagi. Udah UTS lagi dan tugas harus dikumpulin lagi. Biarinlah alurnya ga jelas, pokoknya hari ini kesabaran saya benar-benar diuji. Aku yang salah sih sebenernya kenapa ga ngerjain tugas dari dulu-dulu bahkan sebelum tugasnya dikasihin. Alhasil malam yang berubah fungsi menjadi jam kerja. Ngantuk abis ngaji bapak, capek, dan kesel kadang buat malamnya ga efektif. Sedikit-sedikit tugas selesai sih. Mood sepanjang hari ini menjadi buruk, bibir kering, kerut, kecut. Bawaannya sama orang jutek aja.. Padahal ga boleh gitu ya... Waktu ngaji bapak juga disebutin kalo laki-laki yang pal...

?

gue selalu bingung mau posting tentang apa? Selalu bingung milih kata-kata apa yang bagus dan menarik? Gatau tema apa yang bagus dan sedang booming saat ini. Mau posting perpisahan? Males bikin kata-katanya, nge-upload fotonya, dan segala macem hal, yang akibatnya ga jadi-jadi deh nge-posting. Mau posting kata-kata bijak? Ga dapet kata-katanya. Mau posting tentang pribadi gue? Emang gue siapa? Artis? Presiden? Walaupun emang ini blog gue pribadi, tapi rasanya kurang "sreg" seandainya diisi sama all about me, siapa yang mau liat? CICAK didinding? rumput yang bergoyang? ah tau apalah.

kisah inspiratif nih!

Jangan Pernah Menyerah! Tweet 20 Oktober 1968,  Olympic Stadium, Mexico City.. Lomba Marathon dalam rangka  Summer Olympics tahun 1968..Sore hari menjelang gelap… Telah lama berlalu sorak sorai penonton menyambut sang juara. Telah hilang gegap gempita gemuruh stadion. Tak ada lagi kilatan lampu bliz dari para wartawan. Telah usai juga prosesi pengalungan medali juara. Para penonton pun akan beranjak meninggalkan stadion. Namun, sesaat kemudian, bunyi sirene mobil polisi lambat laun semakin keras terdengar. Semakin dekat dan mulai memasuki stadion. Di depan mobil polisi tersebut, tampak seorang atlet berlari dengan susah payah. Kakinya terlihat pincang dan berdarah. Namun ia tetap berlari… Sebelumnya, pada awal perlombaan lari marathon tersebut, terjadi tabrakan fatal dengan pelari lari. Ia diminta berhenti karena lukanya yang cukup parah dan berceceran darah. Namun ia tidak mau, ia tetap berlari menuju ...