Langsung ke konten utama

SURATKU

Apa kabar surat? sudahkah kau sampai tempat tujuan dengan selamat? Apakah kau membawa kabar gembira pada mereka? Aku sangat berharap semoga kau membuat mereka yang membaca menangis karna bahagianya :')
Hari minggu lalu, aku mengirimkanmu ke rumah orangtuaku. Dengan keadaan sedikit terpaksa mungkin. Jika bukan atas rahmat Allah, yang menginzinkan aku mengikuti acara Training itu insya Allah surat ini tidak akan pernah aku sampaikan pada mereka. 
Sedikit malu memang, jika membayangkan aku menuliskan surat yang mengungkapkan perasaanku padanya. Jangankan mengungkapkan perasaan, meminta maaf pun aku malu. Astaghfirullah. Tapi rasa malu inilah yang mungkin akan menyebabkan aku menyesal di kemudian hari. Saat orang yang ingin dimintai maaf telah tiada. Bukankah semua yang ada di langit dan di bumi ini adalah kepunyaan Allah? Bukankah semuanya akan kembali padaNya?
Orangtuaku mungkin akan terkejut dan bingung saat menerima surat itu. Apakah isi dari surat itu? hanya Allah, aku, dan orang yang membaca surat itu. 
Semoga kelak aku akan memiliki sayap yang utuh, dengan keridhoan dari kalian wahai ibu-bapakku, dan kebahagiaan memiliki keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Sehingga pada akhirnya aku akan memperoleh akhir yang bahagia.

Terima kasih ya Allah, engkau telah menghadiahkan hamba 2 hari yang berharga ini. Semoga kelak Engkau menjaga hati hamba, sehingga tidak membelok dari ajaran yang benar.
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah di stasiun

Bermula pada saat gue berangkat ke stasiun dengan tujuan mau ke suatu tempat. Sambil menunggu kereta yang belum tiba, banyak abang-abang yg jualan. Mulai dari permen, tissue, minum, kunciran, segala macem dijual. Tapi ga jualan kacang, sama kwaci kayak pedagang asongan(cangcimen=kacang,kwaci,permen). Liat kiri-kanan keretanya udah dateng apa belum ya. Sebenernya pengen cerita ini. Waktu itu, dari seberang peron stasiun keliatan ada anak kecil, laki-laki sambil telanjang(maaf ya, tapi ini bukan porno loh). Anak ini lari-lari sambil ngejar ibunya. Ibunya teriak kenceng sambil marah-marah sama anak, kira-kira dia ngomong gini " ambil sendalnya ******(sensor karna ga layak) " kata-kata yang ga seharusnya diucapkan ibu pada anaknya. Apalagi didepan umum. Anak laki-laki itu bingung mau balik lagi ngambil sendal apa ngejar ibunya. Akhirnya dia lari-lari ngejar ibunya. Tapi lagi-lagi ibunya marah malah teriak kata-kata kotor lagi. Kesian banget sama itu anak. Ibunya marah-mara...

waktu TWISTER

mau share aja foto-foto pas Twister. Sayangnya cuma sedikit. duh... Yaudah mending langsung CEKIDOT dari kiri: Endah, Nopja, Icum, Insy, Nada, Rismei Aku aku lagi! Icum-Rismei Dari kiri: Nopja, Laras(aku), Icum, Rismei, Endah, Nada. Yang bawah Mira aku sendiri Wah disini akunya kusem banget. wajarlah! abis mabok-mabokan dimobil!*eits bukan mabok miras lho!*  Halah udahlah. pokonya gitu. oiya nih ada lagi belakang : insy-icum-endah-nopja-rismei-farras-ica-tami-ajeng. Depan: laras(aku)-nada-mira-mella(yang berdiri)   belakang dari kiri: Insy-Icum-Laras(aku)-Endah-Nopja-Rismei-Farras-Ica-Tami-Ajeng. depan kiri: Nada-Mira-Mella Pengalaman pertama kali hiking ya disini di TWISTER. Tapi sayang fotonya ga ada :-(

Gigi Ompong

Mungkin dari awal judulnya para readers udah bertanya-tanya. Kenapa judulnya gigi ompong? Ini karena mimpi buruk yang gue alami. Dari dulu mimpi buruk bagi gue itu adalah gigi ompong. Berawal dari hari selasa pagi. Baru tidur jam 2 pagi, sebelumnya udah tidur sih. Ada kegiatanlah ceritanya. Sebelum tidur sih seinget gue udah baca do'a. Surat An-nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas. Seriusan deh itu mimpi sueeeereeeeeemmmmmm banget. Lebih serem dibandingin ketemu hantu(mungkin). Diitung-itung udah berapa kali gue mimpi kayak gini. Jadi mimpinya tuh gini. Gatau kenapa tuh gue gigitin gigi gue sendiri ( bahasanya gimana ya, bingung?). Intinya, gue neken gigi gue, kalo ga salah sampe berdarah. Astaghfirullah, kalo inget jadi takut banget. Mungkin para readers menganggap ini lucu, tapi bener-bener ini sereeeeeeeeem banget. Lanjut.... Setelah berdarah, gigi gue copot semua yang atas. pertamanya sih otek( tau kan otek? goyang gitu giginya), trus copot sendiri giginya. Astaghfirullah, g...