Langsung ke konten utama

Liqo BAB Nikah

Hari Jum'at kemarin, tepatnya pas liqo, kita membahas BAB Nikah. Lumayan ga tertarik sih. Eh! Ga boleh Laras itu kan ilmu. Kalo ngomong-ngomong Nikah masih lama juga Insya Allah buat aku nikah. Idealnya bagi aku mah perempuan itu nikah umur 22-25 tahun. Nah Mba Ika sekarang umurnya melewati batas ideal perempuan untuk menikah *menurut aku*. Sekarang umurnya udah hampir 26thn bulan Juli nanti. Insya Allah dia mau nikah tahun ini, doa'in aja biar dapet jodohnya yang terbaik.

Mba Ika sekarang lagi study tour nih asik banget dia. Jalan-jalan ke Singapura sama Malaysia. Gratis pula! Dapet uang saku juga. Ckckck. Pulangnya Insya Allah tanggal 22. Sempet kepikiran jadi guru itu enak. Contohnya nih dia, udah gaji nya lumayan. Sering jalan-jalan. Fasilitas memadai banget. Sekarang sih dia ngajarnya di JISC (Jakarta Islamic School). Widiih dari foto-fotonya disekolah, tuh sekolah bagus bgt. Katanya lorongnya tuh luas, mungkin kayak di luar negeri. Yang sekolah disitu aja anak orkay semua alias orang kaya. Bayarannya berapa gitu sebulan. Karena berhubung masih baru, gaji nya belum sama kaya yg lain. Tapi kata guru-guru disitu, kalo ngajar di JISC mah bisa punya mobil, rumah, dsb(AAMIIN).

Eh balik lagi ke masalah nikah. Insya Allah Mba Ika sekarangkan lagi ta'arufan sama namanya Febri kalo ga salah. Febri itu keren deh, lulusan Universitas Kairo. Gelarnya aja "Lc". Dia juga baca Al-Qur'annya bagus banget kata Mba Ika. Hapal juz 30,29,28 kalo ga salah. Walaupun dia bukan dari golongan orang kaya banget. Dan dari tampang juga biasa aja. Yang membuat bingung adalah Mba Ika ditawarin lagi sama orang lain buat ta'arufan. Nah yang satu ini orangnya ganteng, kaya, tapi kalo dari segi agamanya ga tau deh lebih bagus dari Febri apa enggak.Ah, kalo kata aku sih sama Febri aja. Eh, tapi jodoh ada di tangan Allah. Biarlah Allah yang menentukan yang terbaik. Kaya yang Kak Ike bilang:

" Kita berusaha menjadi yang terbaik aja, ntar juga yang baik akan datang dengan sendirinya. Kan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, begitu pula sebaliknya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

coretan tembok

Bismillah... Hari ini lagi pengen cerita atau curhat aja... Kehidupan dunia itu tidak lain hanya seperti kita hidup di pagi hari saja atau sore hari saja. sebentar banget ya... Di waktu yang sebentar ini, kebanyakan dari kita malah disibukkan oleh dunia (termasuk saya). Ini dirasakan saat dihadapkan pada dunia perkuliahan yang sibuk. Tugas dimana-mana, praktikum, dsb. Hari senin udah ketemu senin lagi. Udah UTS lagi dan tugas harus dikumpulin lagi. Biarinlah alurnya ga jelas, pokoknya hari ini kesabaran saya benar-benar diuji. Aku yang salah sih sebenernya kenapa ga ngerjain tugas dari dulu-dulu bahkan sebelum tugasnya dikasihin. Alhasil malam yang berubah fungsi menjadi jam kerja. Ngantuk abis ngaji bapak, capek, dan kesel kadang buat malamnya ga efektif. Sedikit-sedikit tugas selesai sih. Mood sepanjang hari ini menjadi buruk, bibir kering, kerut, kecut. Bawaannya sama orang jutek aja.. Padahal ga boleh gitu ya... Waktu ngaji bapak juga disebutin kalo laki-laki yang pal...

?

gue selalu bingung mau posting tentang apa? Selalu bingung milih kata-kata apa yang bagus dan menarik? Gatau tema apa yang bagus dan sedang booming saat ini. Mau posting perpisahan? Males bikin kata-katanya, nge-upload fotonya, dan segala macem hal, yang akibatnya ga jadi-jadi deh nge-posting. Mau posting kata-kata bijak? Ga dapet kata-katanya. Mau posting tentang pribadi gue? Emang gue siapa? Artis? Presiden? Walaupun emang ini blog gue pribadi, tapi rasanya kurang "sreg" seandainya diisi sama all about me, siapa yang mau liat? CICAK didinding? rumput yang bergoyang? ah tau apalah.

Socio-preneur

SOCIO-PRENEUR Saat ini, di Indonesia banyak kita temukan fenomena-fenomena sosial yang terjadi. Salah satunya adalah tingginya persentase lulusan sarjana yang menanggur atau bekerja dibawah standar kemampuannya. Bayangkan jika para lulusan sarjana saja banyak yang menganggur atau hanya sekedar ada pekerjaan, bagaimana nasib masyarakat yang tingkat pendidikannya lebih rendah dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Terlebih lagi, perekonomian negara kita dan industri negara kita ditantang dengan adanya   persaingan pasar global. Fenomena-fenomena tersebut sebenarnya hanya merupakan sedikit gambaran fenomena yang terjadi di Indonesia. Berbagai hal ini membutuhkan solusi. Salah satu jawaban dari berbagai fenomena tersebut adalah dengan adanya socio-preneur. Socio-preneur merupakan seorang wirausahawan sosial dimana mereka melakukan usaha yang berorientasi pada kinerja keuangan dan kinerja sosial. Pada orientasi kinerja keuangan, seorang socio-preneur berusaha untuk mendapatkan p...